ABSTRAK
Kajian ini dilatarbelakangi oleh masalah yang dibahas yaitu pengaruh pengetahuan dan kemampuan pegawai dalam penerapan Sistem Informasi Akuntansi. Tujuan dari kajian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pengetahuan dan kemampuan pegawai dalam penerapan sistem informasi akuntansi. Berdasarkan hasil pembahasan ditemukan bahwa masih banyak pegawai yang belum mendapatkan pelatihan terhadap penggunaan teknologi informasi dan data dalam perusahaan.
Kata Kunci: Sistem Informasi Akuntansi
1. PENDAHULUAN
Pendahuluan berisi lima subbab, yakni latar belakang, batasan masalah, rumusan masalah, tujuan, dan metode penulisan. Berikut paparan lengkapnya.
1.1 Latar Belakang
Dalam mencapai tujuan perusahaan, diperlukan Sumber Daya Manusia yang berkualitas. Interaksi antara orang-orang yang terlibat dan koordinasi yang baik akan membantu berjalannya penerapan sistem informasi akuntansi dalam perusahaan. Karyawan menentukan keberhasilan penerapan Sistem Informasi Akuntansi dalam suatu perusahaan.
Hal ini diperkuat oleh Bukit dkk. (2017, hlm. 1):
Keberhasilan suatu organisasi baik besar maupun kecil bukan semata-mata ditentukan oleh sumber daya alam yang tersedia, akan tetapi banyak ditentukan oleh kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) yang berperan merencanakan, melaksanakan dan mengendalikan organisasi yang bersangkutan.
Berdasarkan uraian tersebut, maka pengaruh kualitas pegawai dalam penerapan Sistem Informasi Akuntansi penting dikaji karena faktor manusia sangat menentukan dalam penerapan Sistem Informasi Akuntansi sehingga tercapainya tujuan perusahaan.
1.2 Batasan Masalah
Batasan masalah dalam artikel ini difokuskan pada pengetahuan dan kemampuan pegawai karena salah satu faktor yang mempengaruhi tingkat keberhasilan suatu perusahaan adalah kualitas pegawainya.
1.3 Rumusan Masalah
Dari latar belakang di atas, masalah yang akan dikaji adalah: Apa pengaruh pengetahuan dan kemampuan pegawai dalam penerapan Sistem Informasi Akuntansi?
1.4 Tujuan
Tujuan yang hendak dicapai adalah mengkaji pengaruh pengetahuan dan kemampuan pegawai dalam penerapan sistem informasi akuntansi.
1.5 Metode Penulisan
Metode penulisan yang digunakan dalam artikel ini adalah metode studi literatur. Metode studi literatur merupakan teknik pengumpulan data dengan mengadakan studi penelaahan terhadap buku-buku, literatur-literatur, catatan-catatan, dan laporan-laporan yang ada hubungannya dengan masalah yang dipecahkan. Adapun jurnal yang digunakan berjudul “Solusi dari Masalah Pembukuan Perusahaan” yang ditulis oleh Stephanie Margareth, S.E.
2. KAJIAN PUSTAKA
Kajian pustaka terdiri atas empat subbab. Subbab pertama adalah pengertian sistem informasi akuntansi. Subbab kedua adalah pengertian kualitas sumber daya manusia. Subbab ketiga adalah pengertian pengetahuan dan kemampuan. Subbab keempat adalah pengertian penerapan sistem informasi akuntansi. Berikut penjelasan dari masing-masing subbab tersebut.
2.1 Pengertian Sistem Informasi Akuntansi
Menurut Amri dan Lestari (2020, hlm. 2) menjelaskan bahwa “sistem informasi akuntansi merupakan bagian yang terpenting yang sangat diperlukan oleh manajemen perusahaan terutama yang berhubungan dengan data keuangan perusahaan.”
Selain itu, menurut Marina dkk. (2017, hlm. 32) dijelaskan bahwa:
Sistem Informasi Akuntansi merupakan jaringan dari seluruh prosedur, formulir-formulir, catatan-catatan, dan alat-alat yang digunakan untuk mengolah data keuangan menjadi suatu bentuk laporan yang akan digunakan oleh pihak manajemen dalam mengendalikan kegiatan usahanya dan selanjutnya digunakan sebagai alat pengambilan keputusan manajemen.
Berdasarkan dua pendapat tersebut, maka dapat disimpulkan bahwa sistem informasi akuntansi merupakan sistem yang mengolah data transaksi keuangan menjadi informasi keuangan.
2.2 Pengertian Kualitas Sumber Daya Manusia
Menurut Suryani dkk. (2020, hlm. 1) menjelaskan bahwa “sumber daya manusia adalah salah satu unsur yang paling vital bagi organisasi karena kinerja mereka sangat diperhitungkan untuk mewujudkan visi dan misi perusahaan yang telah ditetapkan.”
Sejalan dengan pendapat di atas, Erawati dan Shintia (2017, hlm. 2) menjelaskan bahwa “kualitas sumber daya manusia memiliki peranan yang sangat penting dalam menyelesaikan kinerjanya. Sumber daya manusia yang tidak memiliki kompetensi tidak akan dapat menyelesaikan pekerjaannya secara efisien, efektif, dan ekonomis.”
Dari dua penjelasan di atas, dapat disimpulkan bahwa kualitas sumber daya manusia merupakan unsur paling penting dalam perusahaan.
2.3 Pengertian Pengetahuan dan Kemampuan
Menurut Coenraad (2016, hlm. 21) dijelaskan bahwa “kemampuan adalah suatu kapasitas individu untuk mengerjakan berbagai tugas dalam suatu pekerjaan.”
Selain itu, menurut Makhmudah (2018, hlm. 203) menjelaskan bahwa “pengetahuan pada dasarnya merupakan hasil dari proses melihat, mendengar, merasakan, dan berpikir yang menjadi dasar manusia dalam bersikap dan bertindak.”
Berdasarkan dua pendapat tersebut, maka dapat disimpulkan bahwa pengetahuan dan kemampuan adalah kompetensi yang dimiliki oleh setiap individu dalam bersikap dan bertindak.
2.4 Pengertian Penerapan Sistem Informasi Akuntansi
Menurut Raflis (2013, hlm. 1) dijelaskan bahwa “penerapan Sistem Informasi Akuntansi adalah pelaksanaan berbagai operasi akuntansi untuk menghasilkan informasi yang relevan, tepat waktu, handal dan dapat dipercaya dengan berbasis komputer.”
Selain itu, menurut Raflis (2013, hlm. 2) menjelaskan bahwa “faktor perilaku yang mempengaruhi penerapan Sistem Informasi Akuntansi meliputi: penggunaan teknologi informasi, keahlian pemakai, partisipasi pemakai, pelatihan, dan konflik pemakai.”
Berdasarkan dua pendapat tersebut, maka dapat disimpulkan bahwa penerapan sistem informasi akuntansi menghasilkan berbagai informasi yang berguna untuk mencapai tujuan perusahaan.
3. ANALISIS
Saat ini hampir semua individu memanfaatkan teknologi informasi untuk mengolah data dan menghasilkan informasi. Pemanfaatan teknologi informasi merupakan sarana penunjang/pendorong bagi perusahaan dalam mencapai tujuan. Pemanfaatan teknologi informasi dapat dilakukan secara efektif jika pegawai dalam perusahaan dapat menggunakan teknologi tersebut dengan baik. Kinerja pegawai sangat mempengaruhi keberhasilan sebuah perusahaan, diharapkan pegawai dapat menyelesaikan tugasnya tepat waktu dengan sistem yang ada. Kinerja merupakan gambaran mengenai tingkat pencapaian pelaksanaan program, kegiatan dan kebijakan dalam mewujudkan sasaran, tujuan, visi dan misi dalam perusahaan. Kinerja pegawai yang tinggi dapat meningkatkan kinerja perusahaan secara keseluruhan.
Sebagai penyedia informasi, sistem informasi akuntansi selalu berhubungan dengan manusia dalam perusahaan. Tingkah laku manusia yang mengoperasikan SIA tersebut harus diperhatikan bila tidak menginginkan SIA gagal dalam penerapannya. Hal ini diperkuat oleh Wirawan (2009), sumber daya manusia merupakan sumber daya yang digunakan untuk menggerakkan sumber daya lainnya untuk mencapai tujuan organisasi. Wiley (2002) dalam Sukmaningrum (2012) mendefinisikan “sumber daya merupakan pilar penyangga utama sekaligus penggerak roda organisasi dalam usaha mewujudkan visi dan misi serta tujuan dari organisasi tersebut”. Berdasarkan uraian tersebut, maka pengaruh kualitas pegawai dalam penerapan Sistem Informasi Akuntansi penting dikaji karena faktor manusia sangat menentukan dalam penerapan Sistem Informasi Akuntansi sehingga tercapainya tujuan perusahaan.
Perkembangan keberhasilan organisasi dapat diketahui dengan cara melihat hasil penilaian kinerja pegawai organisasi tersebut. Penilaian kinerja dilakukan untuk mengetahui mengenai nilai yang dicapai oleh organisasi, sehingga dengan dilakukannya penilaian kinerja maka organisasi dapat mempertahankan ataupun meningkatkan capaian yang telah dilakukan. Badan Kepegawaian Negara (BKN) memaparkan mengenai kinerja pegawai pada saat ini masih banyak terdapat kinerja pegawai yang buruk dibandingkan dengan kinerja pegawai yang baik yaitu dengan perbandingan kinerja pegawai yang buruk sebesar 61,7% sedangkan kinerja pegawai yang baik sebesar 38,3% (BKN.go.id, 2021). Berdasarkan data tersebut disimpulkan bahwa kinerja pegawai di Indonesia masih buruk. Kinerja pegawai yang buruk tersebut dapat menurunkan capaian kinerja instansi organisasi.
Kinerja pegawai yang masih belum optimal dikarenakan belum semua pegawai menerima pelatihan mengenai sistem teknologi informasi akuntansi yang digunakan di instansi tempat bekerja. Berdasarkan penelitian menggunakan kuesioner terhadap pegawai instansi pemerintah di Kabupaten Magelang bahwa sebanyak 57% pegawai belum menerima pelatihan mengenai sistem teknologi informasi akuntansi dan 43% pegawai telah menerima pelatihan mengenai sistem teknologi informasi akuntansi. Akibat belum keseluruhan pegawai yang menerima pelatihan mengenai sistem teknologi informasi akuntansi maka implementasi sistem keuangan belum dapat dijalankan secara optimal sehingga masih dapat mengakibatkan keterlambatan dalam pelaporan laporan keuangan dikarenakan pegawai yang belum ahli dalam menggunakan sistem teknologi informasi.
Untuk menjalankan perusahaan secara maksimal, pembukuan atas transaksi keuangan yang terjadi di perusahan harus dilakukan. Adapun selain untuk mencatat transaksi keuangan, melakukan pembukuan akan membawa beberapa manfaat bagi perusahan di antaranya sebagai berikut:
- Mengetahui nilai keuntungan dan kerugian perusahaan
- Mengetahui setiap transaksi yang dilakukan oleh perusahaan secara real time
- Mengevaluasi performa dari manajemen perusahaan
4. PENUTUP
Demikian hasil kajian yang didapatkan. Bagian ini berisi simpulan dan saran. Berikut paparan lengkapnya.
4.1 Simpulan
Berdasarkan atas analisis yang telah dilakukan, maka dapat disimpulkan bahwa di masa sekarang kemajuan teknologi sangat pesat dan memudahkan kita untuk mengerjakan dan menyelesaikan suatu hal, perusahaan sangat membutuhkan dan memanfaatkan teknologi informasi dengan efektif untuk mengolah data dan menghasilkan informasi dengan akurat.
4.2 Saran
Saran yang dapat diberikan adalah memberikan tahap pelatihan kepada pegawai perusahaan untuk mempelajari teknologi informasi dan data.
DAFTAR PUSTAKA
Benjamin Bukit, T. M. (2017). Pengembangan Sumber Daya Manusia Teori, Dimensi Pengukuran, dan Implementasi dalam Organisasi. Yogyakarta: Zahir Publishing.
Amri, K. C. (2020). Sistem Informasi Akuntansi Beserta Contoh Penerapan Aplikasi SIA Sederhana dalam UMKM. Yogyakarta: Deepublish Publisher.
Anna Marina, S. I. (2017). Sistem Informasi Akuntansi Teori dan Praktikal. Surabaya: UMSurabaya Publishing.
Ni Kadek Suryani, I. A. (2020). Kinerja Sumber Daya Manusia. Bali: Nilacakra.
Erawati, C. I. (2017). Pengaruh Kualitas SDM, Sistem Informasi, Pengendalian Intern, dan Komitmen Organisasi Pada Kualitas Laporan Keuangan, 2.
Coenraad, D. P. (2016). Pengaruh Kemampuan, Motivasi dan Komitmen Terhadap Kinerja Pegawai, 21.
Makhmudah, S. (2018). Hakikat Ilmu Pengetahuan dalam Perspektif Modern dan Islam, 203.
Raflis, R. Y. (2013). Pengaruh Pelatihan dan Dukungan Manajemen Puncak Terhadap Penerapan Sistem Informasi Akuntansi, 1-2.
PENULIS
Muqhita Rahima Bakri
