Banyak UMKM hanya mencatat arus kas masuk dan keluar, pergerakan stok barang, serta jumlah utang dan piutang. Namun, pencatatan seperti ini belum cukup untuk memudahkan mereka dalam memperoleh akses perbankan. Agar dapat mengajukan permohonan ke bank, UMKM perlu menyusun laporan keuangan yang lebih lengkap dan terstruktur. Sayangnya, masih banyak UMKM yang belum memiliki laporan kinerja usaha dan keuangan yang memadai karena kurangnya kebiasaan dalam pencatatan serta penyusunan laporan keuangan [1] .
Untuk mengatasi permasalahan ini, UMKM dapat memanfaatkan Sistem Informasi Akuntansi (SIA) dalam akuntansi manajemen. SIA memungkinkan pencatatan keuangan yang lebih akurat, otomatis, dan real-time, sehingga laporan keuangan dapat tersusun dengan lebih baik. Dengan sistem yang terstruktur, pemilik usaha dapat memperoleh data yang lebih jelas mengenai kondisi keuangan bisnisnya serta mendukung proses pengambilan keputusan yang lebih efektif. Selain itu, penggunaan SIA juga dapat meningkatkan transparansi keuangan dan membantu UMKM memenuhi persyaratan administrasi saat mengajukan pendanaan ke bank atau lembaga keuangan lainnya.
UMKM memiliki peran penting dalam perekonomian negara karena mampu mendorong pertumbuhan ekonomi. Pemerintah menjadikan UMKM sebagai strategi utama dalam pembangunan ekonomi, mengingat sektor ini mencakup perdagangan, jasa, dan industri rumah tangga yang berkontribusi dalam menciptakan lapangan kerja bagi masyarakat yang menghadapi kesulitan ekonomi. Namun, salah satu tantangan yang dihadapi adalah kurangnya pemanfaatan sumber daya manusia secara optimal, yang dapat berdampak pada kinerja UMKM. Minimnya kreativitas serta inovasi dalam menjalankan usaha juga dapat menjadi hambatan dalam keberlangsungan bisnis. Oleh karena itu, berbagai faktor yang berpotensi menghambat kinerja UMKM perlu diperhatikan dengan baik agar dapat diminimalkan atau dihindari [2].
Penerapan Sistem Informasi Akuntansi (SIA) pada UMKM merupakan langkah strategis dalam meningkatkan efektivitas dan efisiensi pengelolaan keuangan. Penting bagi UMKM untuk memahami manfaat SIA dalam mengotomatisasi pencatatan transaksi, meminimalkan kesalahan manusia, serta memastikan data keuangan yang lebih akurat dan terpercaya. Pemilihan sistem yang sesuai dengan kebutuhan dan kapasitas usaha menjadi faktor utama, di mana sistem tersebut harus mampu menyediakan fitur dasar seperti pencatatan transaksi, pembuatan laporan keuangan, serta analisis keuangan yang sederhana dan mudah dipahami. Selain itu, pelatihan bagi pemilik usaha dan karyawan sangat diperlukan agar mereka dapat mengoperasikan sistem dengan optimal. Integrasi SIA dengan proses bisnis, termasuk manajemen penjualan, pembelian, stok barang, serta pengelolaan keuangan secara menyeluruh, juga berperan penting dalam menunjang operasional UMKM [3].
Aspek keamanan informasi harus menjadi perhatian utama guna melindungi data keuangan dari akses yang tidak sah maupun kehilangan data. Setelah sistem diterapkan, evaluasi dan pemantauan secara berkala perlu dilakukan untuk menilai efektivitasnya serta mengidentifikasi aspek yang memerlukan perbaikan. Dukungan dari pemerintah dan lembaga terkait dalam bentuk pelatihan, bantuan teknis, maupun insentif finansial sangat dibutuhkan agar UMKM dapat mengadopsi SIA dengan lebih mudah. Dengan penerapan yang tepat, SIA berpotensi memberikan banyak manfaat bagi UMKM, termasuk peningkatan produktivitas, pengurangan biaya operasional, peningkatan akurasi laporan keuangan, serta mendukung pengambilan keputusan strategis yang lebih baik [3].
Tantangan dalam penerapan Sistem Informasi Akuntansi (SIA) meliputi kompleksitas bisnis yang terus berkembang serta perubahan regulasi yang dinamis. Operasi bisnis modern yang semakin kompleks dan beragam membutuhkan integrasi SIA yang lebih canggih agar dapat mengelola informasi keuangan secara efisien. Selain itu, perubahan regulasi, seperti pembaruan dalam aturan pelaporan keuangan, menjadi kendala yang harus dihadapi oleh perusahaan. Penyesuaian sistem secara berkala diperlukan untuk memenuhi ketentuan baru tersebut, yang pada akhirnya menuntut investasi dalam bentuk waktu dan sumber daya yang cukup besar [4].
Kesimpulan
Penerapan Sistem Informasi Akuntansi (SIA) pada UMKM menjadi langkah penting dalam meningkatkan efisiensi serta efektivitas pengelolaan keuangan, yang memungkinkan UMKM menyusun laporan keuangan dengan lebih sistematis dan memperoleh akses ke perbankan secara lebih mudah. Dengan adanya SIA, pencatatan transaksi keuangan dapat dilakukan secara lebih akurat, transparan, dan terintegrasi dengan berbagai aspek bisnis lainnya, sehingga membantu dalam pengambilan keputusan yang lebih tepat. Meskipun demikian, implementasi SIA masih menghadapi beberapa kendala, seperti kurangnya kesadaran akan pentingnya sistem ini, keterbatasan dalam sumber daya manusia, serta tantangan akibat kompleksitas bisnis dan perubahan regulasi. Oleh karena itu, dukungan dari pemerintah dan berbagai lembaga terkait sangat dibutuhkan, baik dalam bentuk pelatihan, bantuan teknis, maupun insentif finansial, agar UMKM dapat menerapkan SIA secara optimal serta memperoleh manfaat dalam peningkatan produktivitas, efisiensi biaya operasional, dan perbaikan kinerja bisnis secara keseluruhan.
Referensi
[1] N. . A. Lestari and S. H. Rustiana, “PENGARUH PERSEPSI OWNER DAN PENGETAHUAN AKUNTANSI DALAM PENGGUNAAN SISTEM INFORMASI AKUNTANSI TERHADAP KINERJA USAHA MIKRO, KECIL, DAN MENENGAH DI PAMULANG,” Journal of Business & Entrepreneurship, vol. 1, no. 2, p. 69, 2019.
[2] C. W. Meylani and I. , “Pengaruh Persepsi Owner, Pemahaman, Pengetahuan dan Penerapan Sistem Informasi Akuntansi Terhadap Kinerja UMKM di Beteng Trade Center (BTC)Solo,” JURNAL RISET MAHASISWA AKUNTANSI(JRMA), vol. 10, no. 1, p. 13, 2022.
[3] R. Nurdiansyah, S. and I. Nurodin, “mplementasi Sistem Informasi Akuntansi Dalam Pengelolaan Keuangan Pada Pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM)(Studi Kasuspada pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah di Kecamatan Surade Kabupaten Sukabumi),” Jurnal Ilmiah Akuntansi, vol. 5, no. 2, p. 475, 2024.
[4] i. Kirana, “TANTANGAN DAN SOLUSI DALAM PENERAPAN SISTEM INFORMASI AKUNTANSI: SEBUAH DISKUSI MENDALAM,” Jurnal Ilmu Data, vol. 4, no. 1, p. 1, 2024.
Penulis
Ricky Dinho Wardana
