ABSTRAK
Disrupsi teknologi dapat mempengaruhi industri keuangan termasuk di dalamnya profesi akuntan. Tujuan penulisan artikel ini yaitu untuk mengetahui bagaimana bentuk disrupsi teknologi yang dapat mempengaruhi industri keuangan, untuk mengidentifikasi bagaimana transformasi peran akuntan dalam era digital dan untuk mencari keterampilan apa saja yang dapat dimiliki akuntan untuk tetap relevan di bidangnya. Penulisan artikel ini dengan menggunakan metode studi literatur yaitu dengan mencari berbagai sumber informasi dan data dari berbagai referensi buku, dan berbagai jurnal penelitian. Hasil pembahasan artikel ini menunjukkan bahwa bentuk disrupsi teknologi yang dapat mempengaruhi industri keuangan yaitu adanya pergeseran peran akuntan dan otomatisasi proses serta hilangnya pekerjaan manual, sedangkan transformasi peran akuntan di era digital yaitu dengan peningkatan keahlian. Keterampilan yang dapat dimiliki akuntan untuk tetap relevan di bidangnya melalui investasi pada pengembangan digital skill, responsif terhadap perubahan industri, bisnis, dan teknologi. Implikasi dari penulisan artikel ini diharapkan profesi dan peran akuntan dapat ditingkatkan dengan mengikuti perkembangan di era digital.
Kata kunci: Transformasi Digital, Akuntan, Revolusi Industri, Disrupsi Teknologi
1. PENDAHULUAN
Profesi akuntansi sangat penting di dunia keuangan dalam mendukung perkembangan ekonomi di suatu organisasi dan saat ini dengan adanya transformasi digital yang terus berkembang secara pesat dan global akan dapat mengubah cara kerja profesi akuntan. Dengan adanya transformasi digital di era digital ini semakin dapat memperluas peran dan nilai strategis dari profesi akuntan dalam sebuah organisasi maupun suatu bangsa.
1.1 Latar Belakang
Lingkungan industri dan komersial secara global dapat diubah melalui kemajuan teknologi digital di era Industri 4.0 secara pesat dan hal ini terlihat semakin berkembang di Negara Indonesia (Rahayu R, et al, 2024). Revolusi Industri merupakan perubahan yang berlangsung cepat dalam proses produksi yang sekarang tergantikan oleh mesin untuk meningkatkan nilai tambah, efektivitas, dan efisiensi produksi (Schwab, 2016).
Saat ini, teknologi digital telah menjadi kekuatan pendorong utama dalam mengubah lanskap industri keuangan secara global. Revolusi industri 4.0 menjadi pendorong paling signifikan terhadap inovasi (Negara Oscar, J, et al, 2023) dan perubahan di era digital ini dapat berdampak terhadap profesi akuntan, dimana tugas profesi akuntan dipengaruhi perubahan digital secara global yang saat ini bukan terbatas pada pembukuan pelaporan keuangan namun berubah menjadi penasehat digital disesuaikan dengan perkembangan di era digital (Rahayu R, et al, 2024). Revolusi Industri 4.0 dapat mengubah individu, mesin, teknologi dan proses menjalankan tugas di berbagai profesi termasuk di dalamnya akuntan hal ini dijelaskan pula oleh kementerian riset teknologi dan pendidikan tinggi sehingga periode globalisasi ini kemungkinan berdampak terhadap hilangnya 1 hingga 1,5 miliar lapangan pekerjaan (Wuisan & Mariyanti, 2023). Pada era ekonomi digital ini, fungsi akuntan akan mengalami perubahan dengan berbagai perkembangannya sehingga secara ekonomi terlihat perubahannya dari pencatatan transaksi menjadi analisis keuangan (Rosmida, 2019). Hal ini diperkuat Lefaan dan Juniarti, 2020 dalam penelitiannya bahwa akuntan harus mempunyai kesadaran dimana kemajuan melalui teknologi informasi dalam hal ini teknologi transformasi digital dapat bekerja meningkatkan keahlian di dunia akuntan.
Berdasarkan uraian tersebut, maka akuntan harus menyadari kemajuan yang dibuat dalam teknologi informasi baru dan bekerja untuk meningkatkan keahlian mereka melalui kemajuan ini. Kajian ini penting dikaji karena di era ekonomi digital, agar mereka tetap bisa eksis, akuntan harus dapat memahami bagaimana teknologi informasi mendukung industri mereka di zaman modern ini. Sehingga pemahaman ini akan mengarahkan akuntan dalam mempelajari teknologi yang dibutuhkan.
1.2 Batasan Masalah
Batasan masalah dalam artikel ini difokuskan pada transformasi peran dan keterampilan digital yang dibutuhkan oleh akuntan dalam menghadapi disrupsi teknologi di industri keuangan, karena fokus ini dianggap paling relevan dan mendesak dalam konteks tantangan dunia kerja saat ini.
1.3 Rumusan Masalah
Dari latar belakang di atas, masalah yang akan dikaji adalah:
- Bagaimana bentuk disrupsi teknologi yang dapat mempengaruhi industri keuangan?
- Bagaimana transformasi peran akuntan dalam era digital?
- Keterampilan apa saja yang dapat dimiliki akuntan untuk tetap relevan?
1.4 Tujuan
Tujuan yang hendak dicapai adalah:
- Untuk mengetahui bagaimana bentuk disrupsi teknologi yang dapat mempengaruhi industri keuangan
- Untuk mengidentifikasi bagaimana transformasi peran akuntan dalam era digital
- Untuk mencari keterampilan apa saja yang dapat dimiliki akuntan untuk tetap relevan
1.5 Metode Penulisan
Metode penulisan yang digunakan dalam artikel ini adalah studi literatur. Metode studi literatur merupakan pengkajian data dari berbagai buku referensi serta hasil penelitian sebelumnya yang relevan dengan penelitian untuk mendapatkan landasan teori dari masalah yang akan diteliti. Studi literatur disebut sebagai penelitian perpustakaan atau penelitian pustaka. Pustaka utama yang digunakan berjudul “Studi Literatur: Efektivitas model kooperatif tipe course review horay dalam pembelajaran IPA di Sekolah Dasar” ditulis oleh (Munib A & Fitria Wulandari, 2021). Pustaka pendukung yang dijadikan acuan adalah tulisan (Hartanto, R 2020) yang secara umum membahas teknik pengumpulan data dengan cara mengumpulkan beberapa penelitian terdahulu untuk menjawab kelayakan media, respon, dan hasil belajar setelah menerapkan media pembelajaran dengan software AutoCAD. Selain itu, literatur pendukung yang lain adalah tulisan (Sofyan H, 2023) yang membahas terkait gambaran deskriptif aktivitas literatur fintech dan transformasi digital bisnis dari sampel publikasi.
2. KAJIAN PUSTAKA
Kajian pustaka terdiri atas tiga subbab. Subbab pertama adalah pengertian transformasi digital dalam industri keuangan. Subbab kedua adalah perubahan peran profesi akuntan di era digital. Subbab ketiga adalah keterampilan digital yang dibutuhkan akuntan untuk tetap relevan.
2.1 Pengertian Transformasi Digital dalam Industri Keuangan
Menurut Winasis & Riyanto (2020) dijelaskan bahwa kemudahan akses terhadap informasi serta layanan digital telah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Indonesia, meningkatnya teknologi dan inovasi mendorong sektor perbankan di Indonesia menjadi kualitas layanan yang memenuhi kebutuhan masyarakat semakin beragam, perubahan ini tidak hanya memengaruhi penyedia layanan keuangan, tetapi menuntut para akuntan untuk menyesuaikan peran dan keterampilan agar tetap relevan dalam era digital dan terus berkembang.
Terkait pendapat di atas, Kiswara & Rusdi (2022) menjelaskan bahwa penyedia layanan bertujuan untuk meningkatkan kepuasan dengan mengoptimalkan pengalaman positif pelanggan dan mengurangi pengalaman yang kurang menyenangkan. Pelayanan yang unggul adalah memberikan bantuan kapan saja dengan cara yang akurat, memuaskan, bersikap santun, ramah, sigap membantu, serta menunjukkan profesionalisme.
Berdasarkan atas dua pendapat tersebut, yang dimaksud dengan transformasi digital dalam industri keuangan adalah proses integrasi teknologi digital ke dalam seluruh aspek operasional dan layanan lembaga keuangan dengan tujuan meningkatkan efisiensi, memperluas akses, serta memberikan pengalaman konsumen yang lebih baik dan personal.
2.2 Perubahan Peran Profesi Akuntan di Era Digital
Menurut Subur (2019) dijelaskan bahwa “Kepala Pusat Pembinaan Profesi Keuangan Sekretariat Jenderal Kementerian Keuangan Republik Indonesia, besarnya kemungkinan profesi akuntan tergantikan oleh robot adalah 95 persen. Besaran persentase tersebut disebabkan oleh perkembangan Robotics and Data Analytics (Big Data) yang mengambil alih pekerjaan dasar yang dilakukan oleh akuntan (mencatat transaksi, mengolah transaksi, memilah transaksi)”.
Selain itu, menurut Primasari (2019) dijelaskan bahwa “transformasi peran akuntan sudah menjadi suatu kewajiban yang harus disesuaikan seorang akuntan menghadapi dunia kerja sekarang. Sambil belajar sambil melakukan; akuntan sudah seharusnya bisa mengantisipasi keahlian perusahaan dalam persaingan global, peran akuntan tidak sekedar penyedia data akuntansi, tetapi juga berperan sebagai pemberi informasi bagi para pengambil keputusan. Akuntan berperan sebagai pendukung dan memberikan terhadap analisis sebab akibat kebijaksanaan manajemen perusahaan yang akan terlihat jelas pada saat auditor publik melakukan audit keuangan dan manajemen sebagai bentuk akuntan manajemen di masa depan harus berpengetahuan, berkualitas, berkemampuan memadai, mampu berkembang dan selalu berinovasi dengan teknologi.”
Dari dua penjelasan di atas, dapat menekankan pentingnya adaptasi dan pengembangan kompetensi bagi akuntan untuk tetap relevan di era digital.
2.3 Keterampilan Digital yang Dibutuhkan Akuntan Untuk Tetap Relevan
Dalam Sari (2021) “Akuntan yang memiliki keterampilan digital yang mumpuni dapat membantu perusahaan dalam menganalisis data keuangan dan non-keuangan untuk mendapatkan wawasan yang lebih mendalam tentang kinerja bisnis. Mengembangkan strategi bisnis yang memanfaatkan teknologi digital untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas. Mengelola risiko yang terkait dengan penggunaan teknologi digital.”
Selain itu, menurut Syafri (2019) dijelaskan bahwa “Teknologi digital dapat membantu perusahaan untuk mengotomatisasi tugas-tugas rutin dan meningkatkan efisiensi proses bisnis. Teknologi digital dapat membantu perusahaan untuk mengembangkan produk dan layanan baru yang inovatif. Industri digital membutuhkan banyak tenaga kerja terampil, sehingga membuka peluang lapangan pekerjaan baru. Teknologi digital memudahkan masyarakat untuk mengakses informasi dan berkomunikasi dengan orang lain.”
Dari dua penjelasan di atas, dapat ditarik kesamaan bahwa teknologi digital berperan penting dalam meningkatkan efisiensi operasional dan memperluas peran akuntan dalam memberikan nilai strategis bagi perusahaan di era digital.
3. ANALISIS
3.1 Disrupsi Teknologi dapat Mempengaruhi Industri Keuangan
Disrupsi teknologi merupakan inovasi teknologi yang mengganggu, mengubah, maupun menggeser cara sebelumnya (tradisional) saat melakukan aktivitas tertentu dalam sebuah industri. Disrupsi teknologi menghadirkan solusi yang lebih efisien, inovatif, dan terjangkau. Hal tersebut dikarenakan disrupsi teknologi berjalan seiring dengan perkembangan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence), Internet of Things (IoT), Cloud Computing, Blockchain, dan teknologi digital lainnya. Dengan perkembangan digital telah memberikan dampak dan transformasi yang signifikan dalam industri keuangan konvensional. Adanya disrupsi teknologi terjadinya peningkatan efisiensi operasional, sehingga memberikan peluang baru dengan tugas dapat diselesaikan dengan cepat dan akurat, serta berkurangnya ketergantungan pada pekerjaan manual.
Dengan berbagai kemudahan yang ditawarkan, disrupsi teknologi telah merubah cara masyarakat melakukan transaksi pada industri keuangan. Industri keuangan yang pada awalnya harus dilakukan secara manual dengan pergi ke tempat dan melakukan penyelesaian masalah secara tatap muka. Sekarang para nasabah tidak perlu untuk datang ke tempat, tapi bisa melakukan transaksi serta mengakses layanan dengan cepat dan nyaman. Dalam industri keuangan, disrupsi teknologi seharusnya menjadi alasan utama dalam transformasi dan inovasi yang dilakukan oleh suatu perusahaan. Seperti dengan meluncurkan platform maupun aplikasi sebagai wadah mempermudah dalam mengakses layanan keuangan sehingga memberikan kesempatan bagi individu maupun usaha mikro dan masyarakat yang tidak memiliki akses ke perbankan konvensional untuk mendapatkan akses layanan keuangan yang merata. Selain itu peran seorang akuntan juga dimudahkan dalam perkembangan disrupsi teknologi ini. Karena pekerjaan mereka dapat diselesaikan dengan mudah dan cepat oleh teknologi yang telah dan sedang dikembangkan pada masa ini.
Bentuk Disrupsi Teknologi Terhadap Peran Akuntan
Perkembangan teknologi seperti kecerdasan buatan (Artificial Intelligence), Internet of Things (IoT), cloud computing, dan big data mengubah cara kerja tradisional menjadi lebih digital dan otomatis. Profesi akuntan tidak lagi hanya berperan sebagai pencatat dan pelapor keuangan, tetapi juga dituntut menjadi analis data, konsultan strategis, dan pengelola risiko berbasis teknologi (Schwab, 2016, Rosmida, 2019).
Bentuk-bentuk disrupsi teknologi terhadap profesi akuntan ini diantaranya adalah otomatisasi pekerjaan rutin yang selama ini menjadi ruang lingkup utama akuntansi konvensional. Proses seperti pembukuan, dan penyusunan laporan keuangan kini dapat dilakukan secara real-time melalui sistem ERP (Enterprise Resource Planning) berbasis cloud. Bentuk disrupsi selanjutnya yaitu adanya pergeseran peran akuntan dimana akuntan saat ini tidak lagi hanya fokus pada kegiatan akuntansi secara konvensional tetapi sudah melalui analisis data, prediksi bisnis dan integrasi sistem digital.
3.2 Transformasi Peran Akuntan dalam Era Digital
Akuntan merupakan sebuah profesi yang bertugas menyediakan informasi dan jawaban terkait keuangan yang membantu stakeholders dalam mengambil keputusan. Dalam era industri yang semakin berkembang ini, peran akuntan semakin bergeser. Inovasi yang ada menggeser cara lama dan tenaga manusia mulai digantikan oleh mesin dan robot pintar. Sehingga para akuntan harus memiliki strategi agar tidak tergantikan sepenuhnya oleh para mesin dan robot.
Transformasi yang dapat dilakukan oleh seorang akuntan agar tetap relevan di era sekarang ialah dengan meningkatkan keahlian, dengan begitu seorang akuntan dapat memiliki wawasan serta pandangan yang terbuka terhadap perubahan yang terjadi. Karena pada era sekarang dimana robot yang sedang dikembangkan manusia untuk semakin mempermudah dalam menyelesaikan masalah, menjadikan keahlian seorang akuntan bukan lagi hanya sekedar bisa mengatur keuangan, namun keahlian dalam menguasai data non keuangan juga perlu dipertimbangkan. Hal tersebut dikarenakan akuntan berperan aktif sebagai pendukung dalam memberikan analisis terhadap kebijakan pada manajemen perusahaan. Transformasi lainnya yang dapat dilakukan seorang akuntan ialah melakukan kolaborasi. Dengan melakukan kolaborasi menjadi nilai tambah bagi pertumbuhan dan perkembangan bisnis, sehingga seorang akuntan mampu beradaptasi dengan baik dan melengkapi dirinya dengan berbagai pengetahuan yang telah ia dapatkan ketika berkolaborasi.
3.3 Keterampilan yang Dimiliki Akuntan untuk Tetap Relevan
Percepatan perkembangan teknologi memberikan dampak yang signifikan bagi manusia. Sehingga keahlian manusia harus ikut berkembang agar tetap relevan. Karena perkembangan teknologi dan inovasi saat ini seperti berkejaran dengan waktu. Sehingga dalam menghadapi tantangan pada masa sekarang ini seorang akuntan mesti melakukan persiapan tambahan seperti:
- Melakukan investasi pada pengembangan digital skill. Karena pada era sekarang seorang akuntan bukan hanya perlu memiliki sertifikasi saja. Namun harus bisa beradaptasi dengan mempelajari hal-hal yang baru. Pengembangan digital skill dapat dilakukan dengan mengikuti berbagai pelatihan yang diselenggarakan oleh berbagai pihak, serta mengikuti pendidikan yang berbasis sertifikasi internasional. Tidak hanya dengan melakukan pelatihan serta sertifikasi seorang akuntan juga bisa menerapkan prototype teknologi baru yang telah dipelajarinya.
- Responsif terhadap perubahan industri, bisnis, dan teknologi. Dengan cara selalu up to date untuk mendapatkan informasi terkini, terlebih lagi dalam kecepatan inovasi pada era sekarang memudahkan para pengembang meluncurkan berbagai software untuk mempercepat dalam menyelesaikan pekerjaan dan menganalisis kebutuhan yang ada.
- Menggunakan software untuk memaksimalkan kinerja. Dengan begitu pekerjaan seorang akuntan menjadi lebih akurat dan dapat menyajikan data dengan cepat. Sehingga bisa menghemat waktu agar dapat fokus untuk melakukan pengembangan diri.
4. PENUTUP
Bagian penutup merupakan bagian akhir dari jurnal ini. Bagian penutup berisi simpulan dan saran. Berikut paparan lengkapnya.
4.1 Simpulan
Berdasarkan atas analisis yang telah dilakukan, maka dapat disimpulkan bahwa disrupsi teknologi dapat mempengaruhi industri keuangan. Dalam industri keuangan, disrupsi teknologi seharusnya menjadi alasan utama dalam transformasi dan inovasi saat ini. Hal ini dapat dilihat dari masyarakat yang merasakan dampak yang signifikan dibandingkan dengan industri keuangan konvensional. Hal ini dikarenakan disrupsi teknologi dalam industri keuangan menghadirkan solusi yang lebih efisien, inovatif dan terjangkau. Terutama pada peran seorang akuntan juga akan dimudahkan dalam perkembangan disrupsi teknologi ini. Untuk itu seorang akuntan harus bertransformasi agar tetap relevan di era sekarang. Seorang akuntan dapat meningkatkan keahlian mereka pada bidang digital, sehingga dapat memiliki wawasan dan pandangan terbuka terhadap perubahan yang terjadi. Sehingga pekerjaan seorang akuntan dapat diselesaikan dengan cepat dan mudah oleh teknologi yang telah ada dan sedang dikembangkan saat ini.
4.2 Saran
Saran yang dapat diberikan adalah seorang akuntan dapat melakukan persiapan tambahan seperti, melakukan investasi pada pengembangan digital skill, responsif terhadap perubahan industri, bisnis, dan teknologi serta menggunakan software untuk memaksimalkan kinerja.
DAFTAR PUSTAKA
Rika Rahayu, Reski Aulia, Evi Atriani, Nurhayati, Arni, Muryani Arsal. 2024. Transformasi Digital terhadap Peran Akuntan sebagai Konsultan Digital: Dampak Sosial dan Ekonomi terhadap Pengembangan Industri dan Ekonomi Digital. Indonesian Journal of Management and Accounting Volume 5 No 2.2024. https://ejournal.almaata.ac.id/index.php/IJMA/index
Schwab, K. (2016). The Fourth Industrial Revolution. World Economic Forum
Oscar Jaya Negara, Muhammad Kamil Husain, Isaac Khong. 2023. Peran Transformasi Teknologi Informasi di Era Industri 4.0 Pada Profesi Akuntansi. Jurnal Mentari: Manajemen Pendidikan dan Teknologi Informasi Vol. 2 No.1 Sept 2023. Hal 84-89 P-ISSN: 2963-4423 E-ISSN: 2963-4148
D. S. S. Wuisan and T. Mariyanti, “Analisa Peran Triple Helix dalam Mengatasi Tantangan Pendidikan di Era Industri 4.0,” Jurnal MENTARI: Manajemen, Pendidikan dan Teknologi Informasi, vol. 1, no. 2, pp. 123-132, 2023
R. Rosmida, “Transformasi Peran Akuntan dalam Era Revolusi Industri 4.0 dan Tantangan Era Society 5.0,” Inovbiz: Jurnal Inovasi Bisnis, vol. 7, no. 2, pp. 206-212, 2019.
C. Lefaan and J. Juniarti, “Persepsi Mahasiswa Akuntansi Di Jawa Barat Dan DKI Jakarta Terhadap Perkembangan Revolusi Industri 4.0,” Business Accounting Review, vol. 8, no. 1, pp. 55-74, 2020.
D. R. Putri, N. Eltivia, A. Kamayanti, and J. Jaswadi, “SIAPKAH PARA DOSEN AKUNTANSI DI PERGURUAN TINGGI VOKASI DALAM MENYAMBUT DATANGNYA REVOLUSI INDUSTRI 4.0?,” Media Mahardhika, vol. 18, no. 3, pp. 465-472, 2020.
E. T. Manurung, M. P. R. Putri, and F. Elza, “Keahlian Baru Akuntan pada Era Digital,” in Prosiding Seminar Nasional Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, 2023, pp. 277-281
Achmad Munib, Fitria Wulandari. 2021. Studi Literatur: Efektivitas Model Kooperatif Tipe Course Review Horay dalam Pembelajaran IPA di Sekolah Dasar. Jurnal Pendidikan Dasar Nusantara Vol 7 No.1 2021. JPDN ISSN 2579-6461 (Online) ISSN 2460-6324 (Print) DOI: https://doi.org/10.29407/jpdn.v7i1.16154
Sofyan Harnavela, Budi Harto, Adzka Rosa Sanjayyana, Muis Wirasujatma. 2023. Studi Literatur Review Fintech dalam Mendukung Transformasi. Jurnal Administrasi Bisnis ATRABIS. Vol 9 No.1 Juni 2023. DOI: https://doi.org/10.38204/atrabis.v.9i1.1429
Hartanto Rizal Septa & Hassan Dani. 2020. Studi Literatur: Pengembangan Media Pembelajaran dengan Software AutoCAD. Jurnal Kajian Pendidikan Teknik Bangunan Vol 6. No.1 2020.
Mutiasari, A. I. (2020). Perkembangan industri perbankan di era digital. Jurnal Ekonomi Bisnis Dan Kewirausahaan, 9(2), 32-41.
Rosmida, R. (2019). Transformasi Peran Akuntan dalam Era Revolusi Industri 4.0 dan Tantangan Era Society 5.0. Inovbiz, 7(2), 206-212.
Rahayu, R., Aulia, R., Atriani, E., Nurhayati, N., Arni, A., & Arsal, M. (2024). Transformasi Digital Terhadap Peran Akuntan Sebagai Konsultan Digital: Dampak Sosial Dan Ekonomi Terhadap Pengembangan Industri Dan Ekonomi Digital. IJMA (Indonesian Journal of Management and Accounting), 5(2), 285-293.
Syakarna Nugraheni. 2023. Peran Teknologi Disruptif dalam Transformasi Perbankan dan Keuangan Islam. MUSYARAKAH: Journal of Sharia Economics, Vol.3, No.1. 78-82.
Rosmida. 2019. Transformasi Peran Akuntan dalam Era Revolusi Industri 4.0 dan Tantangan Era Society 5.0. Inovbiz: Jurnal Inovasi Bisnis 7 206-212
PENULIS:
Revi Risanda Putra
Hikmah Nurtita Sari
Alisha Andri Humaira
Febiana Auzia
